Potensi dan problema usaha kecil menengah

.Sebetulnya apa sih yg menyebabkan ekonomi Indonesia mampu meliwati krisis2 ekonomi yg terjadi ?

Lihat saja, ekonomi kita telah selamat menghadapi Krisis Moneter 1998, Krisis Perbankan 1998 Krisis Global 2009, dan saat ini Krisis Trade War China vs US. Walau diterpa oleh , Krisis Foreign Exchange (dimana dollar sudah mencapai Rp. 15.000,-) atau Hutang Negara bertambah saat ini; tapi kita masih bisa tetap bertahan.

Lalu, siapakah penyelamat perekonomian Indonesia ? Sang penyelamat itu  adalah Sektor Informal dan UMKM dimana sektor ini memiliki porsi sumbangan diatas 50% bagi GDP (Gross Domestik Product). Sektor ini memiliki daya tahan yang luar biasa dalam kondisi ekonomi yang kacau-balau. Oleh sebab itu, sektor ini harus terus dikembangkan dan harus naik kelas . Selain memiliki daya tahan yang prima, sektor ini juga paling banyak menyerap  tenaga  kerja, dan juga bisa melatih mental wiraswasta bagi para pelakunya. Perlu ditegaskan disini bahwa.para wiraswastawan inilah pencipta lapangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan oleh begitu banyak tenaga kerja baru yang baru lulus dari pendidikan formal.

Contohnya ?

Sebagai contoh, ada sektor UMKM bidang pangan. Karena orang harus makan setiap hari, maka sektor ini menjadi yang terutama sebagai penyedia kebutuhan dasar manusia. Dengan semakin sulitnya mendapatkan tenaga pembantu untuk masak dirumah dan perlunya variasi makanan atau alasan praktis lainnya, maka yang dilakukan adalah jajan diluar; baik itu direstoran, warung makan kaki lima maupun pedagang keliling.  yang mana berhubung harganya murah meriah, terjangkau rakyat kebanyakan dan praktis, menjadi pilihan utama.

Selama ini kawula muda kalau lulus sekolah selalu yang terbayangkan adalah meniti karir sebagai pekerja kantoran atau melanjutkan sekolah untuk jenjang yang lebih tinggi. Mengapa tidak memilih untuk meniti karir sebagai entrepeneur dibidang  resto atau warung atau pedagang keliling? Padahal kalau ditekuni dari muda bidang ini juga menjanjikan untuk masa depan.

Apa peran pemerintah dalam hal ini ?

Pemerintah dalam hal ini bisa membina pebisnis-pebisnis muda ini, misalkan saja dengan menyiapkan lahan pujasera (pusat jajan serba ada)  khusus untuk mereka dimana mereka tidak boleh menjual masakan yang sama dalam satu pujasera. Atau, kalau mau lebih maju lagi bisa juga mereka disertakan pada pujasera yg sdh ada (atau kurang laku) dengan menjual masakan yang bertema progresif food yaitu pengembangan dari masakan tradisional yang sudah ada.

Selain itu, sebaiknya dipastikan bahwa tempat tersebut akan dikembangkan menjadi tempat berkumpulnya para anak muda dimana biasanya anak muda yang suka mencoba hal2 baru.

Bagaimana dengan segi pendanaannya ?

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kendala utama untuk terjun kedunia bisnis adalah kebutuhan akan Modal Awal.

Ada beberapa cara mengatasinya, yaitu :

  • Pinjaman dari sanak-keluarga untuk tahap awal. Ini yang sudah jamak dilakukan para pebisnis
  • Menghubungi beberapa FINTECH yang bergerak dibidang pembiayaan para UMKN (yang pada awalnya belum bankable).
  • Apabila sudah memiliki track-record, baru bisa menghubungi bank untuk pembiayaan usahanya.

Sedangkan kedepannya, perlu dipikirkan adanya pinjaman lunak dari pemerintah dengan tenor 5 tahun dimana penyalurannya melalui BPR yg sdh piawai menanganinya..

Bagaimana dengan pebisnis digital ?

Bagi para pebisnis pemula, sebaiknya dipertimbangkan untuk terjun kedunia bisnis digital. Kenapa ? Karena bisnis digital hanya memerkukan modal awal yang sangat minim, yaitu smartphone dan quota internet.. Di Indonesia ada +/- 130 juta pengguna internet. Apabila mereka ini yang biasanya menghabiskan quota internetnya untuk ber-medsos mau berubah menjadi pebisnis digital, belum bisa terbayangkan kekuatan ekonomi seperti apa yang bisa terbangun karenanya..

Sudah banyak tempat-tempat pelatihan bagi para pemula yang ingin terjun kedunia bisnis digital. salah satunya yaitu SB1M Disini para pemula akan dibimbing oleh para mentor untuk belajar secara bertahap untuk mulai berkecimpung didunia bisnis digital. Cobalah !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *