Perubahan Berbisnis Pasca Krisis Covid-19

Berubah Permanen

Pandemi Covid sedang mengamuk. Beberapa kalangan menganalisa kemungkinan yang akan terjadi.
Dampak langsung sudah banyak dipastikan, misalnya pertumbuhan ekonomi yang bakal turun dan dampaknya politik yang muncul.

Kalangan bisnis juga memitigasi agar perusahan tidak ambruk.
Di tengah situasi seperti ini, prediksi pasar dan dunia masa depan bermunculan.

Ada yang berharap setelah krisis bakal muncul aktifitas normal seperti biasa.
Pendapat ini sepertinya tidak tepat.
Sejumlah kalangan melihat akan ada perubahan permananen paskakrisis atau disebut KONDISI NORMAL BARU.
Pelaku bisnis sebaiknya menyiapkan kondisi ini daripada bermimpi situasi akan pulih seperti semula.
Pukulan sangat telak akibat wabah ini telah mengubah gaya hidup sejumlah generasi sehinggah mereka berpikir ulang tentang cara hidup

Tulisan di laman Forbers berjudul ” Covid-19 Will Permanently Change The Way Every Generration Live-Here’s How
memperlihatkan krisis kali ini bakal merubah gaya hidup setiap generasi.
Penulis artikel, Robert Glazer, menyebutkan, pebisnis sebaiknya mempertimbangkan perubahan perspektif dari kejadian ini dan melihat bagaimana setiap generasi bakal mengubah cara hidupnya.

Kalangan Baby Boomer yg tidak terlalu dekat dengan teknologi digital kini semakin dekat dengan fasilitas ini.
Sebab selama dirumah, mereka dipaksa untuk belajar dan menggunakan teknologi ini untuk rapat, memesan kebutuhan pokok, konsultasi kesehatan dan memperoleh hiburan secara daring.
Mereka yang lebih rentan terhadap serangan Covid-19 menjadi sadar memilih fasilitas daripada keluar rumah karena kemungkinan terpapar virus korona baru lebih besar.
Di antara mereka dipastikan melanjutkan kebiasaan ini pascapandemi.

Generasi X yg lahir antara tahun 1965 dan 1980 akan merespon berbeda. Kini sebagian besar dari mereka adalah pemimpin bisnis. Mereka berjuang keras menyelamatkan korporasinya.
Ibarat mereka berjalan di kegelapan mencari terang.
Di masa depan, mereka akan banyak diminta pendapat tentang kisah2 sukses berselancar dtengah krisis.
Mereka akan banyak menularkan ilmu kepada yang lain dan akan membantu sesama melalui berbagai cara.

Generasi Y yaitu generasi milenial. peristiwa ini akan mengubah mereka yg selama ini dinilai terlalu cuek dengan prioritas hidup dan lebih mengedepankan konsumsi.
Mereka akan membuat prioritas hidup dam merancang masa depan melalui tabungan, membeli rumah dan investasi perencanaan hidul lain.
Apalagi, wabah kali ini menghambat karier mereka sehingga tak bisa lagi ongkang ongkang kaki.

Generasi Z generasi terbaru yg mulai masuk ke pasar kerja, pandemi menyebabkan mereka memilih jalur berbeda dengan generasi milenial.
Mereka akan mengoreksi gaya hidup milenial yang konsumtif dan berbiaya mahal karena ternyata gaya hidup itu berantakan di saat krisis.
Aktifitas yang murah dan simpel akan menjadi pilihan Generasi Z, seperti kuliah daring, kursus gratis,mengurangi kegiatan konsumtif, dan merancang investasi lain.
Dalam praktik bisnis, perguruan tinggi yang masih mengutamakan kehadiran kelas harus berpikir ualng, Mereka perlu masuk ke bisnis kuliah daring.
Generasi Z jadi antitesis generasi sebelumnya yang terkesan “menikmati hidup”. Mereka makin berhitung dengan pengeluaran.

Bagi kalangan bisnis, pertanyaan selanjutnya, bagaimana dunia masa depan? Salah satu tulisan Peter C Baker di lama The Gurdian sangat menarik.
Masa depan dunia ditentukan sikap-sikap optimis saat ini melalui momen-momen solidaritas hingga memengaruhi dunia secara lebih luas, yaitu politik.
Pemimpin dunia masa depan akan membangun dari sumber daya yang terbagi untuk semakin banyak orang di bumi.
Kita tak perlu menyesali dan tak perlu ingin kembali kehidupan masa lalu yang nyaman karena perubahan bisa terjadi setiap menit.
Perubahan sedang terjadi, sampaikan selamat tinggal untuk kenikmatan yang anda rasakan pada Februari lalu!
Kita Masuk Dunia Baru

( Andreas Maryoto )
Kompas 6 April 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *