Perkenalan Bisnis Digital

Sekarang ini banyak beredar istilah Shifting Economy. Dimana perdagangan yang biasanya dilakukan di dunia nyata sekarang beralih ke dunia maya. Clayton M. Christensen, salah satu professor di Harvard Business School sudah bertahun-tahun lalu memperkenalkan konsep Disruptive Innovation

Sebagai contoh nyata dari Disruptive Innovation yang sedang populer di Indonesia, tidak lain adalah keberadaan para angkutan online yang perlahan tapi pasti mampu mengeser keberadaan angkutan tradisional seperti taxi dan gojek pangkalan. Ini pula yang sedang dialami oleh para pebisinis traditional di seluruh dunia, baik di sektor transportasi, perhotelan yang disaingi oleh keberadaan AirBnB, dan pusat perbelanjaan fisik yang sekarang mulai tersaingi dengan kemudahan bertransaksi online ( Matahari dept. store, Lotus, Debenhams)

Di Indonesia saja menurut wearesocial, dari sekitar 260 juta penduduk, 50% (132 Juta) sudah menjadi pengguna internet. Dan 49% (130 juta) sudah aktif di Media Sosial dengan peringkat sbb :

1. Youtube

2. Facebook

3. Whatapp

4. Instagram

Dengan adanya perkembangan teknologi ini maka perilaku manusia dalam bertransaksi bisnispun mengalami perubahan yang sangat berarti. Kita akan menyaksikan matinya bisnis-bisnis besar dan tumbuhnya bisnis-bisnis baru. Saat ini nilai perusahaan GO-Jek sudah lebih besar dari Garuda, padahal GO-Jek tidak memiliki aset yang real/nyata. Cepat atau lambat, bisnis-bisnis tempo doeloe akan tergeser oleh bisnis-bisnis jaman NOW.

Kondisi ini merupakan ancaman bagi pebisnis old school, tapi merupakan peluang bagi para pemula yang sebelumnya tidak dapat terjun kedunia bisnis karena kendala modal, koneksi/jaringan, pendidikan dsb.

Saat ini, teknologi memungkinkan seseorang yang tanpa modal maupun pendidikan tinggi dapat terjun langsung kedunia bisnis. Yang dibutuhkan hanya tersedianya jaringan internet dan tentunya pulsa/kuota untuk mengakses internet tsb.

Kendalanya, para pemula ini tidak tahu apa yang mula-mula harus dilakukan untuk terjun ke dunia bisnis digital ini. Hal ini yang saya alami pada saat saya memutuskan untuk terjun kedunia bisnis digital. Oleh karena itu saya berinisiatif membangun TERMINAL BISNIS DIGITAL, dimana para pemula bisa berinteraksi dengan para pendahulu mereka yang sudah berpengalaman.

Kedepannya, TERMINAL BISNIS DIGITAL diharapkan menjadi ajang komunikasi para pebisnis digital, dimana para pemula bisa berinteraksi dengan para pendahulunya. Dan, suatu saat TERMINAL BISNIS DIGITAL bisa menjadi Angel Investor bagi para pebisnis digital ini.

So, let’s welcome the new business concept. Be ready or be left behind !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *