Pemanfaatan Data Hanya Dibatasi Imajinasi


SWA – Trends – Technology
Ardya Dipta, Senior Data Scientist Gojek: “Pemanfaatan Data Hanya Dibatasi Imajinasi”
by Jeihan Kahfi Barlian – February 23, 2020

Ardya Dipta, Senior Data Scientist Gojek, meyakini bahwa teknologi big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan berperan sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi, baik dalam lingkup nasional maupun global.

Lelaki lulusan S-1 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung dan peraih gelar Master bidang Robotics Systems Development dari Carnegie Mellon University ini berpendapat, pertumbuhan pesat teknologi digital di Indonesia masih perlu ditingkatkan dari segi infrastruktur dan literasinya.

Sebelum berkarier di Gojek, Ardya pernah menjabat sebagai Short Term Consultant-Data Scientist World Bank, Lead Data Scientist Amartha, Robotics System Engineer Caterpillar, serta IT Specialist & Project Manager IBM.

Berikut ini petikan wawancara wartawan SWA Jeihan K. Barlian dengan Ardya mengenai pentingnya teknologi big data dan AI:

Bagaimana Anda menilai pentingnya peran teknologi baru terkait data seperti big data dan AI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional?

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan oleh McKinsey Global Institute pada tahun 2018, AI diperkirakan berkontribusi meningkatkan global GDP rata-rata 1,2% setiap tahun hingga 2030, atau secara total setara dengan US$ 13 triliun. Pertumbuhan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan pertumbuhan produktivitas yang disebabkan penemuan teknologi di masa lampau, seperti mesin uap pada tahun 1800-an (0,3% tiap tahun), teknologi robot pada tahun 1990-an (0,4% tiap tahun), dan penyebaran teknologi informasi pada tahun 2000-an (0,6% tiap tahun).

Jika dimanfaatkan dengan tepat, big data dan AI akan sangat membantu pembangunan nasional. Misalnya, untuk mendukung perwujudan smart cities atau medical-imaging untuk bidang kesehatan. Beberapa peluang lainnya, di bidang e-commerce, keamanan, transportasi, hingga penanggulangan dan pencegahan bencana.

Sebagai contoh, pertumbuhan pesat Gojek dari bisnis ride-hailing menjadi ekosistem superapp yang menggerakkan orang, barang, dan uang hanya dalam waktu sembilan tahun dimungkinkan oleh dedikasi para talenta di bidang engineering, machine learning, data science, software development, dan sebagainya.

Apa pengaruh kehadiran teknologi tersebut bagi dunia profesional?

Kehadiran teknologi seperti AI dan machine learning akan mengubah dunia. Hadirnya teknologi saat ini justru akan memunculkan berbagai lapangan pekerjaan baru yang mungkin dulu tidak ada. Seperti di Gojek, beberapa pekerjaan yang terkait dengan teknologi seperti data scientist, software engineer, product manager, UI dan UX manager, adalah contoh bentuk pekerjaan baru yang dulunya belum populer.

Saat ini, talenta di bidang tersebut menjadi sangat istimewa dan banyak dicari. Bidang-bidang tersebut membutuhkan level komitmen dan dedikasi yang tinggi karena bertanggung jawab atas hal-hal krusial seperti inovasi, pengembangan layanan, dan keamanan.

Apa tantangan utama di bidang teknologi data science ini?

Kami melihat ada dua tantangan utama yang dihadapi dalam bidang data science, yaitu sumber daya manusia dan ketersediaan data yang berkualitas. Di era digitalisasi ini, banyak potensi yang bisa dikembangkan. Namun, ada gap antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta di bidang teknologi ini, sehingga dibutuhkan kerjasama dan dukungan berbagai pihak, baik pelaku industri maupun pemerintah. Upaya yang bisa dilakukan di antaranya memberikan mentorship untuk membantu para tech talents agar tetap up-to-date dengan kebutuhan terkini di industri teknologi.

Tantangan kedua adalah ketersediaan data berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan. Sering ditemukan bahwa data yang tersedia cukup banyak, tetapi belum sesuai dengan kebutuhan atau butuh proses panjang sebelum bisa digunakan. Hal ini masih banyak ditemukan baik di sektor publik maupun swasta. Kasus lain, data yang tersedia adalah teks bebas yang tidak terstandar dengan baik, sehingga cukup memakan waktu untuk melakukan pembersihan data sebelum bisa digunakan untuk membuat keputusan.

Apa best practice dari Gojek dalam penerapan teknologi data science ini?

Beberapa best practice penerapan data science di Gojek pada dasarnya harus memahami business problem yang mendalam, lalu mendefinisikan business goal dengan jelas, dilengkapi metrik (ukuran) apa yang ingin dicapai. Jangan sampai kita mengerjakan sesuatu yang ternyata tidak berkontribusi ke metrik yang penting.

Berikutnya, memformulasikan business problem tadi menjadi machine learning problem atau problem matematis lainnya dengan efisien. Jangan mudah terjebak dengan solusi yang terkesan fancy. Misalnya, ada problem yang mungkin tidak perlu menggunakan deep learning.

Penting juga memahami data apa yang dimiliki. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan, ataukah kita membutuhkan data lainnya. Selain itu, perlu banyak melakukan testing untuk memvalidasi berbagai asumsi. Apakah hasil kita sudah benar atau ada faktor luar yang perlu diketahui.

Hal penting lain, yaitu berkolaborasi dengan stakeholder atau pihak lain, dan terus berkomunikasi dengan baik untuk mendapatkan feedback, serta terus melakukan iterasi dengan data-driven mindset.

Di Gojek, kami mengelola data dengan baik, dengan sangat menjaga keamanan maksimal yang menjadi komitmen kami. Tata kelola data yang tepat menurut saya harus memperhatikan beberapa aspek penting, di antaranya tersentralisasi, terstandar, serta ada manajemen akses data dan privasi data.

Apa peluang ke depan yang bisa dimanfaatkan?

Di masa yang akan datang, biaya untuk komputasi atau penyimpanan data akan semakin murah, sehingga semakin banyak data yang dapat dihasilkan dan disimpan. Sebuah riset dari IBM Marketing Cloud pada tahun 2017 menyatakan bahwa 90% data di dunia saat ini dihasilkan hanya selama dua tahun terakhir, yaitu rata-rata sebesar 2,5 quintillion (1018) bytes data per hari.

Dengan volume data sebesar itu, pemanfaatan data bisa dibilang hanya dibatasi imajinasi kita. Algoritma dan kekuatan komputasi juga akan menjadi semakin baik, sehingga semakin banyak masalah yang dapat diselesaikan. (*)

www.swa.co.id

Tags:
Ardya Dipta artificial intelligence GoJek teknologi big data

Copyright @ 2016. SWA Online Magazine. All Right Reserved

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *