Marketplace : Toko kita di Mal digital



Salah satu bisnis digital yang perkembangannya sangat pesat adalah bisnis Marketplace. Disini para pebisnis pemula sampai yang sudah kawakan beramai-ramai terjun membuka toko untuk menawarkan barang dagangannya. Dari tissue sampai lemari es & AC, dari paku sampai baja ringan, dari sepatu sampai busana batik. Istilahnya PALUMAGADA, (apa lu mau, gua ada).

Marketplace inilah yang telah mengguncang toko ritel didunia nyata dengan menelan korban begitu banyak toko-toko terkenal; yang mengakibatkan beribu-ribu karyawan kehilangan pekerjaannya.

Bagi pengusaha-pengusaha yang tidak bisa ataupun yang tidak mau beradaptsi, ini adalah end-of-the-world (dunia kiamat) . Mereka menyerah dan terlindas perkembangan jaman yang dimotori oleh kemajuan teknologi. Bagi yang mau belajar dan beradaptasi, ini adalah peluang baru yang sangat menakjubkan untuk bisnis mereka. Tokonya sudah tidak dibatasi lagi oleh ruang dan waktu. Walaupun tokonya berlokasi di Jakarta, tapi bisa melayani pelangan di Jayapura. Dan, pesanan dari pelangan bisa diterima tengah malam sekalipun. Istilah kerennya 24/7, 7days/week. Disamping itu, mereka dapat menurunkan biaya operasional toko karena tidak perlu sewa tempat, tidak perlu bayar listrik untuk lampu dan AC, tidak perlu pelayan toko dan tidak perlu stock barang dagangan yang memberatkan pikiran, baik dari segi modal maupun dari segi pengawasannya. Pokoknya Amazing lahhh !!

Lalu,  bagaimana dengan para karyawan yang kehilangan pekerjaannya ? Ya mereka juga harus beradaptasi or die. Marketplace ini sebetulnya memberi peluang kepada mereka untuk bermutasi dari karyawan menjadi pengusaha. Berbeda dengan dulu, dimana keinginan seseorang untuk menjadi pengusaha selalu dibatasi oleh modal, koneksi dan pendidikan; saat ini seseorang yang tanpa ijasah S1, tanpa modal, dapat terjun kedunia bisnis untuk bersaing dengan mantan Bos nya. Yang diperlukan hanya keinginan yang kuat untuk belajar dan pulsa/kuota Hpnya utk berhubungan dengan internet. Pilihannya memang cuma itu, adapt or die.

Selanjutnya, apa sih Marketplace itu ? Marketplace saya ibaratkan sebagai Mal  digital yang dikelola oleh para pebisnis yang sudah dari awal melihat peluang yang terbuka lebar dari perkembangan jaman ini.

Mereka menjadi perantara bagi penjual dan pembeli dalam bertransaksi. Bagi penjual, keberadaan marketplace menjamin barang dagangan mereka dibayar oleh pembeli. Bagi pembeli, marketplace menjamin barang yang mereka beli sesuai dengan yang diinginkan dan sampai ketangan mereka.

Hebatnya lagi, di marketplace ini sudah terdaftar ratusan ribu pedagang dan jutaan barang dagangan. Mana ada Mal yang bisa menyediakan sedemikian banyaknya barang dagangan dalam satu tempat ? Dan pembeli ngak perlu repot-repot keluar rumah untuk membeli barang-barang keperluannya.

Pertanyaan penting selanjutnya adalah : Apakah kita terlambat untuk ikut serta ? Jawabannya : No !!!  Teknologi berkembang sangat pesat yang berakibat makin banyaknya peluang yang tersedia. Dan, perubahan perilaku konsumen mendorong marketplace untuk terus berinovasi dan bermutasi memenuhi kebutuhan konsumen tsb.

Sekarang, apakah kita akan diam saja dan menjadi dinosaurus yang ketinggalan jaman ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *