Bisnis 4.0 sudah hadir

Bisnis 4.0 telah tiba

Transformasi Telekomunikasi 

Hari ini, suka atau tidak, banyak bisnis yang sudah tenggelam karena tidak mau atau mampu mengikuti perkembangan jaman.

Dulu, telepon kabel kerumah-rumah sudah merupakan status simbol bagi kalangan ekonomi kelas menengah-keatas. Telpon ini bisa menunjukan bahwa rumah yang kita huni berada didaerah yang sudah terjankau telpon kabel.. Dan untuk mendapatkannya perlu perjuangan tersendiri.

Saking besarnya permintaan akan alat komunikasi ini, PT Telkom sebagai prusahaan penyedia layanan ini mendirikan/menyiapkan Telepon Umun dibeberapa titik/tempat strategis untuk melayani para pengguna telepon yang belum memiliki telepon pribadi.

Berhubung banyak telepon umum yang rusak karena ulah beberapa oknum, maka PT Telkom meluncurkan layanan Warung Telekomunikasi; yaitu layanan telepon yang disediakan bekerjasama dengan swasta. Pada jamannya, ini adalah suatu bisnis yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Akan tetapi perubahan jaman akibat perkembangan teknologi tidak dapat dibendung lagi. Perlahan tapi pasti bisnis telekomunikasi mulai bergeser dari fixed-cable kearah Wireless. Dengan teknologi terbaru ini, para pengguna jasa telekomunilkasi bebas  berkomunikasi dari mana saja, tidak terikat pada satu lokasi tertentu.

Pemerintahpun cepat-tanggap dengan memberikan kebesan pada pihak swasta untuk berpartisipasi dalam bisnis baru ini. Maka bermunculanlah beberapa perusahaan swasta yang mengusung berbagai macam teknologi berlomba-lomba menyediakan layanan telekomunikasi berbasis wireless ini. Akan tetapi, persaingan diantara para penyedia layanan inipun memakan korban para pebisnis yang tidak dapat menyediakan layanan yang user-friendly, reliable, dan mencakup ruang lingkup yang luas dengan harga yang kompetitif.

Dari segi penyedia perangkatpun, terjadi pertarungan yang sengit dalam memperebutkan pasar telekomunikasi ini. Sebut saja Nokia dengan Symbian operating-system nya sempat merajai pasar ponsel di seluruh dunia.Tapi kedigjayaannya mulai digoyahkan dengan munculnya Blackberry dengan layanan chating gratisnya. Semua orang beramai-ramai hijrah ke perangkat ini karena sudah mulai memberikan kemudahan-kemudahan dalam berkomunikasi antara sesama penggunanya. Memiliki ponsel Blackberry sempat menjadi status simbol juga.

Akan tetapi, system operasi yang hanya bisa diakses oleh ponsel Blackberry ini membatasi para produsen ponsel lainnya untuk terjun ke bisnis yang sangat potensial ini. Blackberry menguasai hardware and sofware bisnis ini yang praktis menghalangi pebisnis lainnya. Adalah Google yang melihat peluang dari kondisi ini dengan meluncurkan sistem Android . Mereka bekerja sama dengan para pembuat ponsel untuk melawan dominasi Blackberry. Google juga bekerjasama dengan para pembuat applikasi untuk memberikan layanan yang lebih banyak ragamnya untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari setiap penggunanya.. Blackberry yang memandang-rendah munculnya sistem operasi baru ini, tidak mau berubah, dan akhirnya tergilas oleh Android dengan aplikasi Whatsapp nya.

 

Bisnis 4.0 telah tiba

Transformasi Media Informasi

Pernahkah kamu mengalami saat-saat dimana televisi dan surat kabar adalah penyedia informasi yang sangat dominan ? Televisi hanya tersedia dikota-kota besar karena keterbatasan antena penyiaran. Konten yang diberikanpun masih sangat terbatas, dimana pemirsa tidak punya pilihan akan informasi yang diterimanya. Dulu sekali, penyedia siaran televisi hanya TVRI. Isinya hanya tentang berita lokal dan masih layar hitam-putih. Untuk menunjang biaya operasionalnya, TVRI menarik iuran dari para pemirsa.

Lalu timbulah televisi milik perusahaan swasta seperti RCTI dan SCTV. Disini persaingan mulai terjadi yang pada dasarnya sangat menguntungkan pemirsa. Mereka dengan mudahnya berpindah dari satu stasiun televisi ke stasiun lainnya. Para stasiun televisipun berlomba-lomba memberikan tayangan yang disukai oleh para pemirsa. Para pemirsa ini tidak dipungut bayaran, karena stasiun televisi mendapat penghasilan dari iklan-iklan produk kebutuhan sehari-hari. Masalahnya, iklan-iklan itu hanya cocok buat produk yang dipasarkan keseluruh nusantara; jadi hanya cocok buat perusahaan yang besar-besar.

Surat kabarpun demikian adanya. Informasi yang diberikan hanya terbatas pada banyaknya halaman.yang dicetak. Surat kabar juga hidup dari penghasilan iklan-iklan yang dimuat diantara kolom-kolom berita.; yang mana juga hanya cocok bagi produk-produk yang tersebar di seluruh Nusantara.

Hal ini berlanjut terus sampai teknologi internet yang berkembang mulai menawarkan media informasi yang memberikan alternatif yang lebih beragam; baik dari segi keberagaman konten, kecepatan penyajian, kemudahan akses, dan yang paling penting adalah kemungkinan produk-produk lokal dari para UKM dapat beriklan didalamnya.. Jaman sekarang, orang dapat beriklan di Youtube, Facebook, Instagram,dan Twitter hanya dengan anggaran sepersekian persen dari dana yang harus disediakan bila mau beriklan di media mainstream sebelumnya. Perlahan tapi pasti lagi, peran media jadul itu akan tergantikan oleh media jaman NOW.

 

Fakta hari ini,

Banyak lini usaha yang sudah tenggelam karena mereka enggan atau tidak mau berubah mengikuti perkembangan teknolog .Dan jika hari ini pun kamu tidak mau terbuka terhadap informasi dan perubahan, yakinlah 10 tahun yang akan datang kamu adalah orang orang yang akan tenggelam; karena Perubahan & Inovasi, tidak akan pernah menunggu kamu untuk ikut berubah.

Jangan pernah berhenti untuk belajar dan bergerak, ikutilah perubahan itu !! Inilah satu-satunya cara agar bisa survie berbisnis dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *