Belajar Dari Reynold Wijaya Melihat Potensi Bisnis Digital

Belajar Dari Reynold Wijaya Melihat Potensi Bisnis Digital

Banyak tokoh milennial yang bisa kita jadikan contoh dan pelajaran dalam kesuksesan mengembangkan bisnis digital di era saat ini. Diantaranya adalah Reynold Wijaya co-founder dan CEO dari modalku.com, Perusahaan teknologi finansial fintech yang bergerak di bidang permodalan kepada usaha kecil.

Modalku.com menggunakan peer to peer lending akseleran, dimana pelaku UMKM akan mengajukan proposal bantuan ke modalku melalui website atau aplikasi. Perusahaan meminta gambaran terkait usaha yang akan dirintis atau dikembangkannya.
Kemudian dari gambaran inilah pihak modalku.com melakukan riset, apakah layak untuk diberikan dana pinjaman atau tidak. Ketika dinilai layak barulah perusahaan akan memberikan modal sesuai dengan gambaran bisnis yang akan dikembangkan.

Proses Mendirikan Bisnis digital Fintech Modalku.com

Darah bisnis dimiliki oleh Reynold Wijaya dari orang tuanya, pendiri sekaligus pemilik Grup Unifam, perusahaan produsen permen, pasta coklat, dan cup ice. Selain melalui bangku kuliah, kemampuan bisnisnya didapat dari pengalamannya sebagai manajer operasional di perusahaan orang tuanya ini.

Keinginannya untuk mendirikan perusahaan permodalan ini didapatkan dari pengalamannya melihat berkembangnya UMKM di Amerika Serikat, ketika ia menempuh kuliah teknis industri di University of Michigan, AS. Kemudian ia membandingkan dengan situasi UMKM di Indonesia.

Dengan potensi yang sangat besar, ia menyanyangkan UMKM belum berkembang ke arah yang positif. Menurutnya diantara masalah utama pada modal yang digunakan untuk membangun bisnis. Banyak pebisnis pemula gagal untuk mengembangkan bisnisnya karena proposal pinjamannya ditolak oleh bank.

Bersama dengan kawanya ia melakukan kajian potensi dan penerapan bisnis Peer to peer (P2P) Lending. Setelah melihat potensi besarnya, ia memulai mengembangkan bisnis fintech ini dengan mengajukan proposal kepada DBS bank, yang beroperasi di Singapura. Ia mencoba menerapkan bisnisnya ini terlebih dahulu di Singapura.  Setelah melihat potensi keberhasilannya, baru mengembangkannya di Indonesia.

Perusahaan ini kemudian perkembang pesat dengan sokongan dana dari beberapa bank luar negeri.
Ada banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari pengalaman Reynold Wijaya dalam mengembangkan modalku.com. Mulai dari keberhasilanya mengambil ilmu bisnis dari orang tua dan kuliahnya. Kemudian ia berani untuk keluar dari zona nyaman, meninggalkan bisnis orang tuanya untuk mendirikan bisnis sendiri.

Baca juga : Bisnis digital kitabisa.com

Kemampuan melihat peluang dan potensi bisnis digital menjadi pelajaran utama jika Anda ingin sukses di era saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *