Apa saja Regulasi Bisnis Digital itu?

Anda pernah mendengar regulasi bisnis digital? Jika belum, Kami akan memberitahukan apa yang dimaksud regulasi itu. Regulasi merupakan peraturan-peraturan yang dibuat khusus oleh pemerintah yang berguna untuk mengendalikan kelompok, lembaga, organisasi, instansi tertentu dalam menjalankan suatu bisnis digital.

Regulasi bisnis digital sudah diterapkan pada peraturan Negara. Regulasi bukan hanya untuk bidang bisnis saja, tetapi dibuat untuk bidang-bidang yang lainnya.

 

Macam-macam Regulasi Bisnis Digital

Regulasi dalam bisnis digital terbagi dalam 3 hal yaitu: merek, pengawasan dan perlindungan terhadap konsumen dan praktik monopoli bisnis.

 

  1. Merek
    Suatu merek sangat berarti bagi seorang pengusaha. Merek digunakan untuk identitas suatu produk.

Landasan Hukum tentang perlindungan merek ada beberapa macam mulai dari UUD, UUN dan Peraturan Pemerintah.

Sistem Perlindungan Merek

Perlindungan terhadap merek sangat dilindungi secara konstitusi, dan diberikan kepada pihak pertama yang mendaftarkan. Inilah beberapa perlindungan merek yaitu:

  • Sebagai identitas pemilik
  • Sebagai adanya penolakan permohonan merek
  • Sebagai dasar pencegahan merek sama

Untuk bisnis digital,  berada dalam kelompok merek jasa yang digunakan oleh perusahaan jasa, baik yang ditawarkan perorangan atau kelompok organisasi sebagai pembeda dari jasa satu ke jasa lainnya.

 

  1. Perlindungan Konsumen
    Regulasi perlindungan konsumen sudah ada dalam Undang-Undang. Perlindungan konsumen meliputi:
  • Perlindungan preventif yaitu perlindungan konsumen bila membeli produk atau jasa
  • Perlindungan kuratif yaitu perlindungan konsumen dari penggunaan produk atau jasa tersebut.

 

  1. Praktik Monopoli Bisnis
    Praktik monopoli bisnis merupakan pemusatan kegiatan sebuah ekonomi yang dilakukan pelaku bisnis  dalam menguasai produksi sekaligus pemasaran produk atau jasa tersebut. Dengan ini, akan merugikan masyarakat luas. Hal yang dilarang dalam regulasi praktik monopoli bisnis yaitu:
  • Tidak diperbolehkan dalam melalukan monopoli produksi dan pemasaran produk atau jasa
  • Praktik monopoli dapat dibenarkan apabila memberikan dampak buruk bagi pengusaha dikarenakan tidak dapat bersaing.
  • Pelaku pasar hanya boleh menguasai maksimal setengah persen pangsa pasar untuk jenis produk atau jasa yang dijualbelikan begitu pula badan perorangan atau organisasi.

Regulasi ini akan terus berkembang mengikuti perkembangan bisnis digital. Kita perlu terus mengikutinya, agar aman dalam berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *