Palapa Ring : Wujud impian Patih Gajah Mada

Impian Patih Gajah Mada

Palapa Ring adalah wujud visi dari jaman Majapahit. Mahapatih Gajah Mada berkuasa pada jaman keemasan kerajaan Majapahit. Dia memiliki impian mulia ingin mempersatukan seluruh kerajaan-kerajaan yang tersebar di kepulauan Nusantara dibawah kepemimpinan Majapahit . Impian ini dianggap sebagai bentuk penjajahan oleh kerajaan lainnya. Maka sering terjadi peperangan dan perlawanan terhadap pasukan Majapahit. Akan tetapi, Mahapatih Gajah Mada bersiteguh akan Impiannya. Dia paham benar bahwa Nusantara dengan beribu-ribu pulaunya sangatlah rapuh jika tidak memiliki satu kendali pemerintahan.

Hal ini sudah terbukti dengan adanya penjajahan VOC, sebuah perusahaan dagang dari Belanda, selama 350 tahun. Sebuah perusahaan dagang dari Negara sekecil Belanda dapat menguasai Nusantara dengan cara memecah-belah kerajaan-kerajaan yang tadinya dengan susah payah dipersatukan oleh Gajah Mada.

Flashforward to today

Dengan adanya deklarasi kemerdekaan yang dikumandangkan oleh Bung Karno, maka Nusantara dari Sabang sampai Merauke dipersatukan kembali.

Untuk mempersatukan Nusantara ini, yang kemudian disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, memang tidak mudah. Perbedaan Suku, Ras dan Agama sering menjadi ancaman perpecahan persatuan ini.

Para pemimpin bangsa menyadari bahaya perpecahan ini. Dan untuk mencegahnya maka diperlukan saluran komunikasi yang lancar yang dapat menjangkau sampai ke pelosok-pelosok Nusantara.

  • Palapa Ring

Palapa Ring

Itulah sebabnya Pemerintah membangun jaringan telekomunikasi yang menghubungkan seluruh Nusantara yang dikenal dengan “Palapa Ring”. Jaringan ini mempergunakan kabel fiber optik sepanjang 36.000 km untuk dapat menjadi saluran komunikasi data dan suara berkecepatan tinggi.

Satelit Nusantara Satu

Disamping itu, Pemerintah melalui perusahaan telekomunikasi PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) telah meluncurkan satelit Nusantara Satu di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada Sabtu, 22 Februari pukul 08.45 WIB.

Satelit Nusantara Satu adalah satelit Indonesia pertama yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas kecepatan hingga 15 Gbps, tiga kali lebih cepat dibandingkan satelit yang ada saat ini..

Dengan adanya satelit ini, maka daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan broadband Palapa Ring akan dapat terkoneksi. Diperkirakan setidaknya ada 25.000 desa yang belum memiliki jaringan komunikasi internet yang memadai dapat terkoneksi.

Tol Langit

Sinergi antara Satelit Nusantara Satu dengan Palapa Ring akan menjadi saluran komunikasi tanpa batas yang menyambungkan seluruh daerah pelosok-pelosok di Indonesia dalam satu jaringan. Inilah yang disebut sebagai Tol Langit oleh Presiden Jokowi.

Dengan adanya Tol Langit ini, akan terbuka peluang digitalisasi usaha kecil dan menengah. UMKM di Aceh bisa memesan barang dari UMKM di Papua tanpa hambatan yang berarti. Diperkirakan, pada tahun 2020 nanti, bisnis digital akan mencapai USD 130 Miliar, atau setara 1.820 triliun rupiah.

Sebagai contoh, Erika Handriati, penulis novel dari sebuah desa kecil bernama Purwomartani di Jogja mampu menjual novelnya hingga ke Eropa sana.

Juga seorang petani kopra sederhana yang tinggal di desa Silea Jaya Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, ternyata mampu memasarkan kopranya hingga ke mancanegara berkat aplikasi Tanihub.

Berkat adanya Tol Langit ini, semuanya menjadi mungkin. Dalam 1-2 tahun ke depan, transaksi jual beli online di Indonesia bakal melonjak pesat. Mckinsey & Co. dalam kalkulasinya menempatkan Indonesia pada posisi keenam sebagai negara dengan pasar terbesar di dunia, 

Kesimpulan

Fasilitasnya sudah disediakan. Apakah kita akan berdiam diri saja menonton keberhasilan teman-teman kita meraup peluang bisnis?

0 thoughts on “Palapa Ring : Wujud impian Patih Gajah Mada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *